Senin, 08 Juli 2013

Warta Pos Kapuk Muara Minggu, 14 Juli 2013


WARTA POS KAPUK MUARA
Jl. Kapuk Raya, Jl. Swadaya I/33, Jakarta Utara 14460
Penghubung : Pnt. Mariani Ho In Jusuf (Fafa)-5542242/R, 0812. 8220989/HP

I.PERSEKUTUAN :
          1. Kebaktian Umum           : Hari Minggu Pkl. 10.30 WIB
                                                  Pengkotbah Tgl. 14 Juli 2013 :Pnt. Caroline D. Palilu
Petugas
14 Juli 2013
Primus
Pnt. Fafa
Pembaca Warta
Pnt. Darmawan
Liturgos
Bpk. Dwi Budiyanto
Bacaan I
Ibu Ivana
Mazmur
Pnt. Darmawan
Bacaan II
Pnt. Maya
P. Iman Rasuli
Pnt. Kuntring
Persembahan
Pnt. Niran Raphi
Organis
Fafa/Ferdian
Pendamping Ramaja
Pnt. Fafa
Pend PA/Persekutuan
Pnt. Fafa
          NB :    -Tugas Pendamping Remaja tiap minggu pagi pkl. 09.00 WIB
                    -Majelis & Lektor yang bertugas diharapkan berpakaian rapi & sopan.
                   1. Wanita : atas pakaian sopan, bawah memakai rok yang sopan/bukan jeans.
                   2. Pria      : atas kemeja, bawah celana panjang kain yang sopan/bukan jeans.
                    -Liturgos diharapkan hadir 30 menit sebelum ibadah dimulai untuk latihan
                     dengan organis.
          2.Sekolah Minggu               : Minggu Pkl. 10.30 WIB
          3.Pemuda/Remaja             : Minggu Pkl. 09.00 WIB
II. KEANGGOTAAN :
          Doa Syafaat : Jemaat yang ingin menyampaikan doa harap memberitahukan

III. Kehadiran Jemaat GKI Kwitang Pos Kapuk Minggu, 30 Juni 2013 :
*)Keb Umum                   :Pnt :2, Pria :25, Wanita:38, Anak:6 :71 orang
*)Remaja/Pemuda          :Pnt : 1, Pria : 4, Wanita :8, Anak: - :13 orang

Sabtu, 06 Juli 2013

Dia Yang Memulihkan

Dia Yang Memulihkan



Yesaya 66 : 10-14 ; Mazmur 66 : 1-9 ; Galatia 6 : 1-6, 7-16 ; Lukas 10 : 1-11, 16-20

Sahabatku...
Adakah sahabatku untukku di sana?
Aku membutuhkan mereka.
Yang mau mengulurkan untukku tangannya.
Kar’na sering aku tak tahu ataupun terlupa.

Dulu aku memiliki idealisme tinggi.
Aku berupaya menggapainya setiap hari.
Bekerja keras, tapi aku juga bisa lupa diri.
Kuambil banyak bahkan yang bukan bagianku sendiri.

Itulah sebabnya aku membutuhkanmu.
Yang selalu sabar “bersuara” untukku.
Mengingatkanku dengan cintamu.
Walau aku sering mengacuhkanmu.

Aku percaya masih ada sahabat yang setia.
Yang tidak meninggalkanku di kala terlena.
Kar’na kau sahabatku memahami bahwa
setiap kita juga bisa terkena.

Tapi aku tidak lagi dibiarkan.
Sama sepertimu juga demikian.
Di relung hatiku merasakan getaran,
yang mau lurus berjalan.

Wahai sahabatku,
kutahu kau telah memiliki sahabat sejati.
Yang telah mengangkat hidupmu
dari lembah, sehingga kau tidak mati.

Wahai sahabatku sejati,
janganlah engkau berhenti.
Sekalipun lela...a...a...h sekali di hati.
Karena kubutuh kau bagai mengharapkan pelangi.